MODEL-MODEL
KOMUNIKASI:
Komunikasi bersifat dinamis, sebenarnya
komunikasi telah dibuat oleh para pakar.
Model S – R
Model stimulus – respon (S – R) adalah
model komunikasi paling dasar. Model ini depengaruhi oleh disiplin psikologi.
Model tersebut menggambarkan stimulus – respons. Model ini menunjukan
komunikasi sebagai aksi reaksi yang sederhana. Bila seorang lelaki berkedip
kepada seorang wanita, dan wanita itu kemudian tersipu malu, itulah pola S – R.
Pola S – R dapat pula berlangsung negatif,
misalnya orang pertama menata kedua orang dengan tajam, dan kedua orang itu
balik menatap, atau enunduk malu, atau malah memberontak.
Model Aristoteles
Model Aristoteles adalah model komunikasi
paling klasik, yang sering juga disebut model retoris. Komunikasi terjadi
ketika seorang pembicara menyampaikan pembicaraannya kepada khalayak dalam
upaya mengubah sikap mereka. Tepatnya, ia mengemukakan tiga unsur dasar dalam
proses komunikasi, yaitu pembicara (speaker), pesan (message), dan pendengar
(listener).
Model Lasswell
Lasswell mengaku bahwa tidak semua
komunikasi bersifat dua arah.
Model Lasswell sering diterapkan dalam
komunikasi massa. Model tersebut mengisyaratkan bahwa lebih dari satu saluran
dapat membawa pesan. Model Lasswell dikritik karena model itu tampaknya
mengisyaratkan kehadiran komunikator dan pesan yang bertujuan. Model ini juga
terlalu menyederhanakan masalah.
Model Shannon dan
Weaver
Model awal komunikasi dikemukakan oleh
Claude Shannon dan Warren Weaver pada tahun 1949. Model ini sering disebut
model matematis atau model teori informasi itu mungkin adalah model yang
pengaruhnya paling kuat atas model dan teori komunikasi lainnya. Model Shannon
dan Weaver ini menyoroti problem penyampaian pesan berdasarkan tingkat
kecermatannya. Dengan kata lain, model Shannon dan Weaver mengasumsikan bahwa
sumber informasi menghasilkan pesan untuk dikomunikasikan dari seperangkat
pesan yang dimungkinkan. Pemancar (transmitter) mengubah pesan menjadi sinyal
yang sesuai dengan saluran yang digunakan. Saluran (channel) adalah medium yang
mengirim sinyal (tanda) dari transmitter ke penerima (receiver).
Model Shannon dan Weaver dapat diterapkan
kepada konteks-konteks komunikasi lainnya seperti komunikasi antarpribadi,
komunikasi publik, dan komunikasi massa.
Model Schramm
Menurut Wilburg Schramm, komunikasi
senantiasa membutuhkan setidaknya tiga unsur: sumber (source), pesan (message),
dan sasaran (destination). Sumber boleh jadi seorang individu atau suatu
organisasi seperti surat kabar, stasiun televisi. Menurut Schramm, setiap orang
dalam proses komunikasi adalah sekaligus sebagai enkoder dan dekoder. Kita
secara konstan menyandi balik tanda-tanda dari lingkungan kita, menafsirkan
tanda-tanda tersebut.
Model Newcomb
Theodore Newcomb memandang komunikasi
sebagai perspektif psikologi-sosial. Modelnya menyerupai diagram jaringan
kelompok yang dibuat oleh para psikolog sosial dan menyerupai formulasi awal
mengenai konsistensi kognitif. Dalam model komunikasi tersebut sering juga
disebut model ABX atau model simetri Newcomb menggambarkan bahwa seseorang A,
menyampaikan informasi terhadap seorang lainnya, B, mengenai sesuatu, X, model
tersebut mengasumsikan bahwa orientasi A kepada B dan terhadap X saling
bergantung dan ketiganya merupakan suatu sistem yang terdiri dari empat
orientasi.
1. Orientasi
A terhadap X, yang meliputi sikap tehadap X sebagai objek yang harus didekati
atau dihindari dan atribut kognitif (kepercayaan dan tatanan kognitif)
2. Orientasi
A terhadap B, dalam pengertian yang sama
3. Orientasi
B terhadap X
4. Orientasi
B terhadap A
Model Westley dan
MacLean
Westley dan MacLean ini
dipengaruhi oleh model Newcomb, selain juga oleh Lasswell dan yang lainnya.
Mereka menambahkan jumlah peristiwa, gagasan, objek dan orang yang tidak
terbatass yang kesemuanya merupakan ”objek orientasi” menempatkan suatu peran C
diantara A dan B, dan menyediakan umpan balik. Model Westley dan MacLean
mencakup beberapa konsep penting yaitu umpan balik, perbedaan kemiripan
komunikasi antarpribadi dengan komunikasi massa, dan pemimpin endapat yang
penting sebagai unsur tambahan dalam komunikasi massa.
Model Gerbner
Model Gerbner adalah merupakan perluasan
dari model Lasswell. Model ini terdiri dari model verbal dan model dragmatik.
Model verbal Gerbner adalah sebagai berikut:
·
Seorang
sumber
·
mempersepsi
suatu kejadian
·
dan
bereaksi
·
melalui
suatu alat (maluran, media, rekayasa fisik, fasilitas administratif dan
kelembagaan untuk distribusi dan kontrol)
·
untuk
menyediakan materi
·
dalam
suatu bentuk
·
dan
konteks
·
yang
mengandung isi
·
yang
mempunyai suatu konsekuensi
Model Gerbner menunjukan bahwa sesorang
mempersepsi suatu kejadian dan mengirimkan pesan kepadan suatu transmitter yang
pada gilirannya mengirimkan sinyal pada pemerima (receiver), dalam transmisi
itu sinyal menghadapi gangguan dan mucul sebagai SSS bagi sasaran (destination)
Model Berlo
Model ini dikenal dengan model SMCR (source, message, channel,
receiver). Sumber (source) adalah pihak yang menciptakan pesan baik seseorang
maupun suatu kelompok.
Pesan (message) adalah terjemahan gagasan
kedalam kode simbolik seperti bahasa atau isyarat saluran (channel) adalam
medium yang membawa pesan dan penerima (receiver) adalam orang yang menjadi
sasaran komunikasi.
Model DeFleur
Menggambarkan komunikasi massa ketimbang
komunikasi antar pribadi. Modelnya merupakan perluasan dari model yang
dikemukakan para ahli lain khususnya Shannon dan Weaver dengan memasukan
perangkan media massa (mass medium service) dan peragkat umpan balik
(feedback).
Model Tubbs
Menggambarkan komunikasi yang paling
mendasar yaitu komunikasi dua orang (diadik). Model komunikasi Tubbs sesuai
dengan konsep komunikasi sebagai transaksi yang mengasumsikan kedua peserta
sebagai pengirim sekaligus penerima pesan. Model Tubbs melukiskan baik
komunikator satu atau dua terus menerus memperoleh masukan yakni rangsangan
baik luar dalam maupun luar dirinya yang sudah berlalu baik yang sudah
berlangsung juga semua pengalaman fisik maupun sosial.
Model
Interaksional
Model interaksional merujuk pada model
komunikasi yang dikembangkan oleh para ilmuwan sosial yang menggunakan
perspektif interaksi simbolik dengan tokoh utamanya Herbert dan muridnya
Blumer. Model interaksional sangat sulit digambarkan dengan diagramatik. Model
verbal lebih disesuaikan dengan model ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar